Mengenal lebih dekat Goa Selarong di Bantul

Saat membicarakan tentang wisata di daerah Istimewa Yogyakarta memang tak ada habisnya Mulai dari kawasan wisata budaya hingga wisata alam memenuhi kawsan yang ada di Yogyakarta. Bahkan pemerintah setempat sendiri memberikan dukungan penuh terhadap pengelolaan dan pengembangan kawasan wisata.

Bila anda belum merencanakan akan pergi liburan kemana, anda tentu dapat mempertimbangkan datang di kota Yogyakarta ini tepatnya di Kabupaten Bantul. Kabupaten yang satu ini memang tak ada habisnya untuk digali wisatanya yang akan memanjangkan pengunjung dan tentu akan menghadirkan kegembiraan yang tak terlupakan.

Dengan menghadirkan panorama gunung Kidul yang menawan ataukah barisan pantai eksotiknya tentu dapat anda nikmati. Namun bila anda ingin mendatangi tempat yang berbeda di Bantul anda dapat mengunjungi lokasi wisata populer di Bantul berikut ini.

  1. Goa Selarong yang Kaya Sejarah

Lokasi wisata ini sendiri memiliki sejarah yang cukup kental yaitu mengenai perang jawa pada tahun 1825-1830 yang tak bisa dilepaskan dengan sosok pangeran Diponegoro. Sejarah yang beredar, goa Selarong menjadi lokasi persembunyian Pangeran Diponegoro untuk mengatur perang melawan kolonial.

Goa ini memiliki bentuk cekung dengan lebar sekitar 3 meter dan tinggi 2 meter saja dengan 2 goa yaitu goa lanang dan gua wadon. Selarong sendiri memiliki arti batu yang berlubang. Tersedia beberapa anak tangga untuk memudahkan akses menuju lokasi karena Goa ini sendiri memiliki tinggi kurang lebih sekitar 35 meter dengan kemiringan 45 derajat.

Masuk kedalam area goa tersebut, anda seakan dibawa masuk pada masa lampau dan mengingat pada masa penjajahan ketika Pangeran Diponegoro bersembunyi disini.

  1. Lokasi dan Fasilitas di Goa Selarong

Lokasi tepat kawasan  ini berada di dusun kembang Putihan didesa Guwosari tepatnya di kecamatan pajangan dengan kabupaten Bantul. Ada beberapa rute akses untuk menuju ke Goa Selarong salah satunya dari stasiun Tugu.

Anda bisa keluar dari pintu depan lalu menunggu bus trans Jogja lalu turun di terminal Giwangan dan naik bus kembali dengan jurusan Jogja-Bantul. Anda bisa turun di Masjid Agung atau kantor BPATI Bantul lalu melanjutkan perjalan dengan ojek.

Disana anda akan disuguhi beberapa fasilitas seperti melihat keindahan air terjun, kesenian tradisional selarong, pendopo-pendopo serta area parkir yang luas.